TUGAS
MANAJEMEN KELAS di SD
tentang
Belajar dan Mengajar
Oleh:
RENI ASMON UTAMI
1620176
DOSEN PEMBIMBING
YESSI RIFMASARI, M. Pd.
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019
A. Belajar dan Mengajar
1. Pengertian belajar
Menurut Gagne dan Briggs (2008), menjelaskan belaja adalah hasil pasangan stimulus dan respon yang kemudian diadakan penguatan kembali (reinforcement) terus menerus. Reinforcement yang dimaksud adalah untuk menguatkan tingkah laku yang diinternalisasikan dalam proses belajar.
Menurut Lindgren belajar sebagai proses perubahan tingkah laku yang relatif permanen dan perubahan tersebut disebabkan adanya interaksi antara individu dengan lingkunganya.
Jadi belajar merupakan proses perubahan tingkah laku baik secara langsung maupun tidak langsung, dari yang tidak tahu menjadi tahu.
2. Pengetian mengajar
Menurut Djamarah dan Zain (2010:39) mengajar pada hakikatnya adalah suatu proses yaitu proses mengatur, mengorganisasikan lingkungan yang ada disekitar anak didik, sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong anak didik melakukan proses belajar
Jadi dapat disimpulkan bahwa mengajar adalah aktivitas mengorganisasikan lingkungan belajar agar siswa terdrong untuk dapat belajar.
B. Prinsip belajar dan mengajar
Prinsip-prinsip pembelajaran dalam bukunya Sugandi, dkk (2000:27) antara lain,
1. Kesiapan Belajar
Faktor kesiapan baik fisik maupun psikologis merupakan kondisi awal suatu kegiatan belajar. Kondisi fisik dan psikologis ini biasanya sudah terjadi pada diri siswa sebelum ia masuk kelas. Oleh karena itu, guru tidak dapat terlalu banyak berbuat. Namun, guru diharapkan dapat mengurangi akibat dari kondisi tersebut dengan berbagai upaya pada saat membelajarkan siswa.
2. Perhatian
Perhatian adalah pemusatan tenaga psikis tertuju pada suatu obyek. Belajar sebagai suatu aktifitas yang kompleks membutuhkan perhatian dari siswa yang belajar. Oleh karena itu, guru perlu mengetahui barbagai kiat untuk menarik perhatian siswa pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung.
3. Motivasi
Motif adalah kekuatan yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorong orang tersebut melakukan kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan. Motivasi adalah motif yang sudah menjadi aktif, saat orang melakukan aktifitas. Motivasi dapat menjadi aktif dan tidak aktif. Jika tidak aktif, maka siswa tidak bersemangat belajar. Dalam hal seperti ini, guru harus dapat memotivasi siswa agar siswa dapat mencapai tujuan belajar dengan baik.
4. Keaktifan Siswa
Kegiatan belajar dilakukan oleh siswa sehingga siswa harus aktif. Dengan bantuan guru, siswa harus mampu mencari, menemukan dan menggunakan pengetahuan yang dimilikinya .
5. Mengalami Sendiri
Prinsip pengalaman ini sangat penting dalam belajar dan erat kaitannya dengan prinsip keaktifan. Siswa yang belajar dengan melakukan sendiri, akan memberikan hasil belajar yang lebih cepat dan pemahaman yang lebih mendalam.
6. Pengulangan
Untuk mempelajari materi sampai pada taraf insight, siswa perlu membaca, berfikir, mengingat, dan latihan. Dengan latihan berarti siswa mengulang-ulang materi yang dipelajari sehingga materi tersebut mudah diingat. Guru dapat mendorong siswa melakukan pengulangan, misalnya dengan memberikan pekerjaan rumah, membuat laporan dan mengadakan ulangan harian.
7. Materi Pelajaran Yang Menantang
Keberhasilan belajar sangat dipengaruhi oleh rasa ingin tahu. Dengan sikap seperti ini motivasi anak akan meningkat. Rasa ingin tahu timbul saat guru memberikan pelajaran yang bersifat menantang atau problematis. Dengan pemberian materi yang problematis, akan membuat anak aktif belajar.
8. Balikan Dan Penguatan
Balikan atau feedback adalah masukan penting bagi siswa maupun bagi guru. Dengan balikan, siswa dapat mengetahui sejauh mana kemmpuannya dalam suatu hal, dimana letak kekuatan dan kelemahannya. Balikan juga berharga bagi guru untuk menentukan perlakuan selanjutnya dalam pembelajaran. Penguatan atau reinforcement adalah suatu tindakan yang menyenangkan dari guru kepada siswa yang telah berhasil melakukan suatu perbuatan belajar. Dengan penguatan diharapkan siswa mengulangi perbuatan baiknya tersebut.
9. PerbedaanIndividual
Masing-masing siswa mempunyai karakteristik baik dari segi fisik maupun psikis. Dengan adanya perbedaan ini, tentu minat serta kemampuan belajar mereka tidak sama. Guru harus memperhatikan siswa-siswa tertentu secara individual dan memikirkan model pengajaran yang berbeda bagi anak didik yang berbakat dengan yang kurang berbakat.
C. Keterampilan ketrampilan Mengajar
1. Keterampilan Betanya
Memberi pertanyaan kepada siswa merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan belajar mengajar.
2. Keterampilan memberi penguatan
3. Ketrampilan mengadakan variasi
4. Ketrampilan menejelaskan
5. Keterampilan membuka dan menutup pelajaran
6. Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
7. Keterampilan mengelola kelas
8. Ketrampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan
D. Tujuan Ketarampilan Belajar
1. Untuk membekali tenaga pendidik beberapa keterampilan dasar mengajar dan pembelajaran. Bagi calon pendidik hal ini akan memberi pengalaman sejumlah mengajar yang nyata dan latihan sejumlah keterampilan dasar mengajar secara terpisah, sedangkan bagi calon tenaga pendidik hal ini dapat mengembangkan keterampilan dasar mengajarnya sebelum mereka melaksanakan tugas sebagai tenaga pendidik
2. Dapat memahami hakikat keterampilan dasar mengajar yang dapat dipraktikan didalam kelas, mengidentifikasi jenis-jenis keterampilan dasar mengajar dan terampil menerapkan setiap jenis keterampilan dasar mengajar untuk meningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Dengan memiliki pemahaman ini seorang guru akan mempunyai persiapan mengajar yang baik dalam menguasai bahan pengajaran, mampu memilih metode yang tepat dan bisa memberikan penguasaan kelas yang baik.
E. Macam Macam Keterampilan Mengajar
1. Keterampilan bertanya
2. Keterampilan menjelaskan
3. Keterampilan mengadakan variasi
4. Ketermapilan memberikan penguatan
5. Keterampilan membuka dan menutup pelajaran
6. Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
7. Keterampilan dalam mengelola kelas
8. Keterampilan mengajar kelompk kecil dan perseorangan
DAFTAR PUSTAKA
Gagne, Briggs J. 2008.Principles of intructional Design, Secon Edition, (NewYorkL: Holt Rinehar and Winston)
Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain, 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Gagne, R.M, Briggs, L, J & Wager, w.w. (1992). Principle of intructional design orlando:Holt, rinehart and winston