Rabu, 21 Agustus 2019

TUGAS 
MANAJEMEN KELAS di SD
tentang
ASPEK, FUNGSI DAN FAKTOR MANAJEMEN KELAS






Oleh:
RENI ASMONU UTAMI
1620176

DOSEN PEMBIMBING
YESSI RIFMASARI, M. Pd.


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019



ASPEK, FUNGSI DAN FAKTOR MANAJEMEN KELA


A. ASPEK-ASPEK MANAJEMEN KELAS
          Menurut Oemar Hamalik ada 7 aspek  dalam  manajemen kelas yaitu: 

  1. Aspek tujuan instruksional 
  2. Aspek materi pelajaran 
  3. Aspek metode dan strategi pembelajaran 
  4. Aspek ketenagaan 
  5. Aspek media instruksional 
  6. Aspek penilaian 
  7. Aspek penunjang fasilitas


          Menurut Lois V. Johnson dan May any mengemukakan aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas: 

  1. Sifat-sifat kelas 
  2. Kekuatan pendorong kekuatan kelas 
  3. Memahami situasi kelas 
  4. Mendiagnosis situasi kelas 
  5. Bertindak selektif 
  6. Bertindak kreatif 
  7. Untuk memperbaiki kondisi kelas

          Adapun secara kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan guru sebagai aspek-aspek manajemen kelas adalah :
1. Mengecek kehadiran  siswa.
2. Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa dan menilai hasil pekerjaan tersebut.
3. Pendistribusian bahan dan alat.
4. Mengumpulkan  informasi dari siswa.
5. Mencatat data.
6. Pemeliharaan kelas.
7. Menyampaikan materi pelajaran.
8. Memberikan tugas/PR.


B. FUNGSI MANAJEMEN KELAS 
          Manajemen kelas memberi makna penting bagi tercipta dan terpeliharanya kondisi kelas yang optimal,ada beberapa fungsi dari  manajenen kelas yaitu:

  1. Perencanaan ( planning )                            Perencanaan adalah titik tolak bagi manajer kelas. Fungsi ini (perencanaan) menentukan lebih awal hasil pembelajaran nama yang harus dicapai pada dimasa depan
  2. Pengorganisasian (organizing ) Pengorganisasian dapat digambarkan sebagai penciptaan mekanisme untuk mengimplementasikan perencanaan yang dibahas sebelumnya. Isu-isu seperti kegiatan yang dimasukan kedalam tindakan, dimana sumber dayanya, bagaimana itu harus terjadi dan siapa yang harus bertanggung jawab harus diperhatikan. Untuk pendidik, fungsi manajemen menciptakan lingkungan pengajaran dan pembelajaran yang efektif. Situasi kelas yang tertib  dan teratur harus diciptakan untuk membuat pengajaran yang efektif. Ini berarti bahwa peserta didik ditempatkan dikelas dimana tugas mengajar dengan efek yang maksimal, sedangkan pola komunikasi dan ketertiban haruslah tetap demokratis.
  3. Pelaksanaan ( Actuating )
  4. Pengawasan ( Controling )

          Fungsi manajemen akhir dalam siklus manajemen  yang efifien dan dilihat oleh banyak orang sebagai kebutuhan yang paling penting untuk perencanaan yang efektif. Dalam merencanakan pengajaran atau kegiatan, pendidik yang memutuskan mana hasil belajar harus dicapai. Pengguanaan mekanisme pengawasan untuk memeriksa apakah hasil terealisasi merupakan bagian integral dari perencanaan, tetapi pada saat yang sama kegiatan pengelolaan.

C.FAKTOR-FAKTORYANG MEMPENGARUHI MANAJEMEN KELAS 
          Berhasilnya suatu  manajemen kelas dalam memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran, dipengaruhi oleh berbagai faktor. 
  1. Kondisi fisik                                        Lingkungan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran  

Lingkungan fisik yang dimaksud meliputi:
a. Ruangan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar 
Ruangan tempat belajar harus memungkinkan semua siswa bergerak leluasa, tidak berdesak-desakan dan tidak mengganggu antara siswa yang satu dengan lainnya pada saat melakukan aktivitas belajar. Besarnya ruangan kelas tergantung pada jenis kegiatan dan jumlah siswa yang melakukan kegiatan. Jika ruangan itu mempergunakan hiasan, maka hiasan yang bernilai pendidikan itu lebih diutamakan.

b. Pengaturan tempat duduk. 
Dalam mengatur tempat duduk yang penting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka, dengan demikian guru dapat mengontrol tingkah laku siswa. Pengaturan tempat duduk akan mempengaruhi kelancaran proses belajar mengajar.

c. Ventilasi dan pengaturan cahaya
Suhu, ventilasi dan penerangan adalah asset penting untuk terciptanya suasana belajar yang nyaman. Oleh karena itu, ventilasi harus cukup menjamin kesehatan siswa.

d. Pengaturan penyimpanan barang-barang
Barang-barang hendaknya disimpan pada tempat khusus yang mudah dicapai kalau segera diperlukan dan akan dipergunakan bagi kepentingan belajar. Barang-barang yang karena nilai praktisnya tingggi dan dapat disimpan di ruang kelas seperti buku pelajaran, pedoman kurikulum, kartu pribadi dan sebagainya, hendaknya ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu gerak kegiatan siswa. Tentu saja masalah pemeliharaan juga sangat penting dan secara periodic harus dicek. Hal lainhya adalah pengamanan barang-barang tersebut. Baik dari pencurian maupun barang-barang yang mudah terbakar atau meledak.

2. Kondisi Sosio – Emosional
Kondisi sosio - emosional ini  meliputi :
a. Tipe kepemimpinan
Peranan guru dan tipe kepemimpinan guru akan mewarnai suasana emosional di dalam kelas. Apakah guru melaksanakan kepemimpinannya secara demokratis atau tidak, kesemuanya itu memberikan dampak kepada peserta didik.

b. Sikap guru
Sikap guru dalam menghadapi siswa yang melanggar peraturan sekolah hendaknya tetap sabar, dan tetap bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah laku siswa akan dapat diperbaiki. Kalaupun guru terpaksa membenci, bencilah tingkah lakunya bukan membenci siswanya. Terimalah siswa dengan hangay sehingga ia insyaf akan kesalahannya. Berlakukan adil dalam bertindak. Ciptakan suatu kondisi yang menyebabkan siswa sadar akan kesalannya sehingga ada dorongan untuk memperbaiki kesalahannya.

c. Suara guru
Suara guru, walaupun bukan factor yang besar, turut mempengaruhi dalam proses belajar mengajar. suara yang melengking tinggi atau malah terlalu rendah sehingga terdengar oleh siswa akan mengakibatkan suasana gaduh, bias jadi membosankan sehingga pelajaran cenderung tidak diperhatikan. Suara hendaknya relative rendah tetapi cukup jelas dengan volume suara yang penuh dan kedengaran rileks cenderung akan mendorong siswa untuk memperhatikan pelajaran, dan tekanan suara hendaknya bervariasi agar tidak membosankan siswa.

d. Kondisi Organisasional
Kegiatan rutin yang secara organisasional dilakukan siswa  baik tingkat kelas maupun tingkat sekolah. Dengan kegiatan rutin yang telah diatur secara jelas dan telah dikomunikasikan kepada semua siswa secara terbuka sehingga jelas pula bagi siswa kegiatan rutin yang akan di lakukan nya 



DAFTAR PUSTAKA
Syaiful Bahri Djamarah Dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar (Cet. II; Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002).
Cece Wijaya Dan A. Tabrani Rusyam. Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar (Cet. III; Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1994).
Ari Kunto, Suharsimi. 1988. Pengelolaan Kelas Dan Siswa. Jakarta: Rineka Cipta

6 komentar:

MANAJEMEN KELAS DI SD Disusun Oleh : Reni Asmon Utami (1620176) Prodi : PGSD DOSEN PEMBIMBING : YESSI RIFMASARI, M.P...