TUGAS
MANAJEMEN
KELAS di SD
tentang
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
BELAJAR DI KELAS
![]() |
Oleh:
RENI
ASMONU UTAMI
1620176
DOSEN
PEMBIMBING
YESSI
RIFMASARI, M. Pd.
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA
PADANG
2019
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR
DI KELAS
A.
FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI BELAJAR
Untuk dapat mengetahui dan mengatasi hambatan-
hambatan maka kita harus berfikit mengenai faktor- faktor apa saja yang dapat
mempengaruhi suatu proses belajar dan pembelajaran. Setelah mengetahui berbagai
prinsip pembelajaran, kita dapat menganalisa lebih jauh mengenai factor- faktor
yang dapat berpengaruh pada saat proses belajar. Di prinsip-prinsip
pembelajaran kita mengetahui bahwa belajar membutuhkan proses, interaksi,
motivasi, lingkungan, dll.
Faktor-faktor
tersebut adalah:
1. Faktor
Individu/Internal
a. Keadaan
jasmani.
Apabila
seorang individu berada dalam keadaan yang kurang sehat maka proses belajar
akan sedikit terhambat. Berbeda halnya dengan seseorang yang dalam keadaan
sehat akan dapat melakukan proses pembelajaran dengan lebih efektif. Maka dari
itu, guru yang mengetahui ada sisiwanya yang sakit, sebaiknya menyuruh
sisiwanya untuk beristirahat.
b. Keadaan
fungsi jasmani.
Ini berkaitan dengan fungsi alat tubuh
seseorang, seperti pengelihatan, pendengaran, lisan, dll yang keberadaannya
sangat berpegnaruh saat proses belajar.
c. Keadaan
psikologis.
1) IQ
atau kecerdasan siswa..
2) Motivasi
Belajar siswa.
3) Minat
dan Bakat.
2. Faktor
Eksternal
a. Lingkungan,
meliputi:
1) Lingkungan
sekolah
a) Lingkungan
Fisik: Sekolah yang baik seharusnya dijauhkan dari kebisingan dan polusi.
b) Lingkungan
sosial: Tata letak sekolah juga harus diperhatikan. Sebaiknya tidak didepan
pasar, mall, tempat karaoke, atau tempat hiburan yang lain.
2) Lingkungan
sosial masyarakat. Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan
memengaruhi belajar siswa
3) Lingkungan
keluarga. Lingkungan ini sangat memengaruhi kegiatan belajar. Ketegangan
keluarga, sifat-sifat orangtua, demografi keluarga (letak rumah), pengelolaan
keluarga, semuannya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa.
b. Faktor
tujuan sekolah
c. Materi
yang dipelajari. Meliputi,
1) Kejelasan
materi
2) Kemenarikan
(media, strategi, dll)
3) Sistematika
pembelajaran materi
4) Jenis
materi (menjelaskan sesuai koteks)
5) Faktor
instrumen (kelengkapan, kuantitas, kualitas, kesesuaian)
6) Tingkat
kesulitan materi
d. Pengajar/guru.
Adapun
peran guru adalah sebagai pengajar yang ahli, motivator, mengelola siswa dan
lingkungan belajar, sebagai sosok yang mempengaruhi anak didik, memberikan
nasihat pada anak didik, dan mempermudah anak didik dalam belajar.
1) Faktor
kondisi fisik
2) Faktor
Kondisi Psikis
B.
MENGATUR
KONDISI KELAS DAN IKLIM BELAJAR SISWA
Pengaturan lingkungan belajar sangat diperlukan agar
anak mampu melakukan kontrol terhadap pemenuhan kebutuhan emosionalnya.
Lingkungan belajar yang memberi kebebasan kepada anak untuk melakukan
pilihan-pilihan akan mendorong anak untuk terlibat secara fisik, emosional, dan
mental dalam proses belajar, dan karena itu, akan dapat memunculkan
kegiatan-kegiatan yang kreatif-produktif. ltulah sebabnya, mengapa setiap anak
perlu diberi kebebasan untuk melakukan pilihan-pilihan sesuai dengan apa yang
mampu dan mau dilakukannya.
Pengelolaan
kelas yang baik, dapat dilakukan dengan 6 cara sebagai berikut;
1. Penciptaan
lingkungan fisik kelas yang kondusif
2. Penataan
ruang belajar sebagai sentra belajar
3. Penciptaan
atmosfer belajar yang kondusif
4. Penetapan
strategi pembelajaran dan
5. Pemanfaatan
media dan sumber belajar
6. Penilaian
hasil belajar.
Lingkungan fisik di kelas meliputi
pengaturan ruang belajar yang didesain sedemikian rupa sehingga tercipta
kondisi kelas yang menyenangkan dan dapat menumbuhkan semangat dan keinginan
untuk belajar dengan baik seperti: pengaturan meja, kursi, lemari,
gambar-gambar afirmasi, pajangan hasil karya siswa yang berprestasi, alat-alat
peraga, media pembelajaran dan jika perlu di iringi dengan nuansa musik yang
sesuai dengan materi pelajaran yang diajarkan atau nuansa musik yang dapat
membangun gairah belajar siswa. Design ruang kelas yang baik dimaksudkan untuk menanamkan,
menumbuhkan, dan memperkuat rasa keberagamaan dan perilaku-perilaku spiritual
siswa. Dengan ruang kelas yang baik, para siswa dapat berkomunikasi secara
bebas, saling menghormati dan menghargai pendapat masing-masing.
C.
KONDISI
YANG MEMPENGARUHI IKLIM BELAJAR
Lingkungan sistem pembelajaran meliputi berbagai hal
yang dapat memperlancar proses belajar mengajar dikelas seperti: Kompetensi dan
kreativitas guru dalam mengembangkan materi pembelajaran, penggunaan metode dan
strategi belajar yang bervariasi, pengaturan waktu dalam proses belajar
mengajar dan penggunaan media dan sumber pembelajaran yang sesuai dengan tujuan
pembelajaran serta penentuan evaluasi untuk mengukur hasil belajar siswa.
Keseluruhan aspek yang dijelaskan di atas didesain sedemikian rupa dalam proses
pembelajaran.
Yang menjadi penekanan dalam penciptaan atmosfer
belajar yang kondusif adalah penciptaan suasana pembelajaran yaitu:
1. Menyenangkan
dan mengasyikkan
Menyenangkan
dan mengasyikkan terkait dengan aspek afektif perasaan. Guru harus berani
mengubah iklim dari suka ke bisa. Guru hendaknya dapat mengundang dan
mencelupkan siswa pada suatu kondisi pembelajaran yang disukai dan menantang
siswa untuk berkreasi secara aktif. Rancangan pembelajaran terpadu dengan
materi pembelajaran yang kontekstual harus dikembangkan secara terus menerus
dengan baik oleh guru. Untuk keperluan itu guru-guru dilatih:
a. Bersikap
ramah
b. Membiasakan
diri selalu tersenyum
c. Berkomunikasi
dengan santun dan patut
d. Adil
terhadap semua siswa
e. Senantiasa
sabar menghadapi berbagai ulah dan perilaku siswanya.
f. Menciptakan
kegiatan belajar yang kreatif melalui tema-tema yang menarik yang dekat dengan
kehidupan siswa.
2. Mencerdaskan
dan menguatkan
Mencerdaskan
bukan hanya terkait dengan aspek kognitif, melainkan juga dengan kecerdasan
majemuk (multipel intelligence). Tidak kalah pentingnya adalah bagaimana guru
dapat mengalirkan pendidikan normatif ke dalam mata pelajaran sehingga menjadi
adaptif dalam keseharian anak. Inilah yang merupakan tujuan utama dari fundamen
pendidikan kecakapan hidup (life skill). Oleh karena itu, guru dilatih:
a. Memilih
tema-tema yang dapat mengajak anak bukan hanya sekedar berpikir, melainkan juga
dapat merasa dan bertindak untuk menyelesaikan tugas-tugas yang menjadi
tanggung jawabnya.
b. Teknik-teknik
penciptaan suasana yang menyenangkan dalam pembelajaran, karena jika anak
senang dan asyik, tentu saja bukan hanya kecerdasan yang diperoleh, melainkan
juga mekarnya “kepribadian anak” yang menguatkan mereka sebagai pembelajar.
c. Memberikan
pemahaman yang cukup akan pentingnya memberikan keleluasaan bagi siswa dalam
proses pembelajaran.
d. Jangan
terlalu banyak aturan yang dibuat oleh guru dan harus ditaati oleh anak akan
menyebabkan anak-anak selalu diliputi rasa takut dan sekaligus diselimuti rasa
bersalah.
DAFTAR RUJUKAN
Slameto.
2003. Belajar dan factor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta
Syah,
Muhibbin. 2005. Psikologi Belajar. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
Aunurrahman.
2010. Belajar dan Pembelajaran. Bandung : Penerbit Alfabeta Slameto
Syah,
Muhibbin. 2003. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Bagaimana cara guru mengajak siswanya untuk membuat tema2 di kelas?
BalasHapusTerimaksih kpd saudari reni amrita yg sudah bertanya...
BalasHapusMemilih tema-tema yang dapat mengajak anak bukan hanya sekedar berpikir, melainkan juga dapat merasa dan bertindak untuk menyelesaikan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
bagus tulisanya...
BalasHapusiya smoga brmnfaat
HapusTrimakasih telah berbagi informasi, materi ini sangat bermanfaat bagi saya
BalasHapus