MANAJEMEN KELAS DI SD
Disusun Oleh :
Reni Asmon Utami
(1620176)
Prodi :
PGSD
DOSEN PEMBIMBING :
YESSI RIFMASARI, M.Pd
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN STKIP ADZKIA
PADANG
2019
Manajemen Kelas
A. Konsep Manajemen Kelas
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) kelas didefinisikan sebagai ruang tempat belajar di sekolah. Hornby dalam Oxford Advanced Learner's Dictionary (1986) mendefinisikan kelas (class) sebagai group of students taught together atau occation this group meets to be tought. Dengan demikian, kelas merupakan sekelompok siswa yang belajar bersama atau suatu wahana ketika kelompok itu menjalani proses pembelajaran pada tempat dan waktu yang format secara formal. Pada tataran paling awam, kelas bermakna "tingkatan" untuk menunjukkan status atau posisi siswa di sekolah tertentu, misalnya kelas I, keelas II, dan sebaginya.
Dari definisi kelas yang di sajikan diatas dapat disimpulkan bahwa kelas adalah tempat kegiatan proses pembelajaran. Namun, dalam konteks interaksi guru dengan siswa, proses pembelajaran dapat terjadi di luar kelas, laboratorium, objek-objek bernilai sejarah, dan lain-lain.
Manajemen kelas merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai guru dalam menjalankan tugas keprofesionalannya. Manajemen kelas merupakan suatu bentuk pengaturan oleh guru terhadap kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di dalam kelas dalam rangka menciptakan suasana pembelajaran yang baik, nyaman, dan terkontrol guna terwujudnya capaian pembelajaran. Menurut Akdon, (2009:11) manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia secara efektif, yang didukung oleh sumber-sumber lainnya dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan tertentu.
J.M. Cooper (1977) merumuskan lima definisi mengenai manajemen kelas:
1. Manajemen kelas dipandang sebagai suatu proses untuk mengendalikan atau mengontrol perilaku siswa di dalam kelas.
2. Manajemen kelas merupakan upaya menciptakan kebebasan atau semangat egaliter bagi diri siswa.
3. Manajemen kelas dipandang sebagai suatu proses memodifikasi perilaku siswa (student behavioral modification).
4. Manajemen kelas dipandang sebagai suatu proses menciptakan suasana sosioemosional yang positif di dalam kelas.
5. Manajemen kelas dipandang sebagai upaya pemberdayaan (empowering) sebuah sistem sosial atau proses kelompok belajar siswa (group processes) sebagai intinya.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen kelas menekankan pada pengaturan oleh seseorang guna tercapainya tujuan yang sudah direncanakan dengan baik. Manajemen kelas merupakan suatu ilmu dalam melakukan suatu pekerjaan dalam berbagai kegiatan guru untuk menciptskan situasi kelas yang kondusif dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran yang optimal.
B. Tujuan Manajemen Kelas
Manajemen kelas yang dilakukan guru bukan tanpa tujuan. Karena ada tujuan itulah guru selalu berusaha mengelola kelas walaupun terkadang kelelahan fisik maupun pikiran dirasakan. Guru sadar tanpa mengelola kelas dengan baik, maka akan menghambat kegiatan pembelajaran dan tujuan pembelajaran tidak akan tercapai. Jika itu dibiarkan maka hasil yang diharapkan dari siswa tidak akan bisa dikuasai. Padahal seharusnya fungsinya pembelajaran yaitu mengantarkan siswa dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dan dari tidak berilmu menjadi berilmu. Tujuan dari manajemen kelas tentunya terciptanya suatu kondisi belajar yang tertib, nyaman, teratur, kondusif dan terkontrol sehingga siswa dan guru bisa melaksanakan pembelajaran secara efektif dan tujuan pembelajaran tercapai.
Menurut Djamarah (2006:175) tujuan manajemen kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan. Secara umum tujuan manajemen kelas adalah penyedian fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar peserta didik dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu mmemungkinkan peserta didik belajar dan bekerja, terciptanya susana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi pada peserta didik.
Menurut Dirjen Dikdasmen (1996) yang menjadi tujuan manajemen kelas adalah sebagai berikut:
1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
2. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional dan intelektual siswa dalam kelas.
4. Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.
Sedangkan menurut Arikunto (1988:68) bahwa tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap peserta didik dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien. Jadi dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan manajemen kelas adalah untuk menciptakan lingkungan yang nyaman, menyenangkan, sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan tenang, memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuannya semaksimal mungkin dan membentuk perilaku berbudaya dan berakhlak mulia.
C. Proses Manajemen Kelas
Kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam manajemen kelas sebagai aspek-aspek manajemen kelas yang tertuang dalam petunjuk pengelolaan kelas adalah:
1. Mengecek kehadiran siswa. Siswa di lihat keberadaannya satu persatu terutama diarahkan untuk melihat kesiapannya dalam mengikuti proses belajar mengajar
2. Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa dan menilai hasil pekerjaan tersebut
3. Pendistribusian bahan dan alat
4. Mengumpulkan informasi dari siswa
5. Mencatat data
6. Pemeliharaan arsip
7. Menyampaikan materi pelajaran
8. Memberikan tugas/PR
Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan para guru, khususnya guru baru dalam pertemuan pertama dengan siswa di kelas menurut Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen (1996:13) adalah:
1. Ketika bertemu dengan siswa, guru harus:
a. Bersikap tenang dan percaya diri
b. Tidak menunjukkan rasa cemas, muka masam atau sikap tidak simpatik
c. Memberikan salam lalu memperkenalkan diri
d. Memberikan format isian tentang data pribadi siswa.
2. Guru memberikan tugas kepada siswa dengan tertib dan lancar
3. Mengatur tempat duduk siswa dengan tertib dan teratur
4. Tata cara berbicara dan tanya jawab
5. Bertindak disiplin baik terhadap siswa maupun terhadap diri sendiri.
D. Strategi Manajemen Kelas
Ragam strategi manajemen kelas menurut Santrock (2008:7-8) meliputi:
1. Penataan lingkungan belajar
Lingkungan belajar di kelas sebagai situasi buatan yang berhubungan dengan proses pembelajaran atau konteks terjadinya pengalaman belajar, dapat di klasifikasikan dalam lingkungan (keadaan) fisik dan lingkungan sosial. Pengelolaan lingkungan fisik meliputi penataan ruang kelas, pengaturan tempat duduk, ventilasi dan pengaturan cahaya yang cukup menjamin kesehatan siswa dan pengaturan penyimpanan barang yang diatur sedemikian rupa sehingga barang-barang tersebut segera dapat digunakan. Pengelolaan lingkungan sosial meliputi interaksi guru dan siswa, siswa dengan siswa, dan siswa, guru, serta lingkungan sekitarnya. Iklim kelas yang kondusif merupakan pertimbangan utama dan memberikan daya tarik tersendiri bagi proses pembelajaran. Iklim belajar kondusif harus ditunjang oleh beberapa fasilitas yang menyenangkan demi kelancaran proses pembelajaran. Seperti sarana, penataan kelas, laboratorium untuk praktek, pengaturan lingkungan belajar, penampilan dan sikap guru, hubungan yang harmonis antara peserta didik sendiri, serta penataan organisasi dan bahasan pembelajaran secara tepat sesuai dengan kemampuan peserta didik.
2. Cara pengajaran guru (pendidik)
Dalam rangka memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif, maka guru harus mampu memilih cara yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran. Karena mengajar adalah hal yang kompleks dan melibatkan peserta didik yang bervariasi, maka seorang pendidik harus mampu dan menguasai beragam strategi dan perspektif serta dapat mengaplikasikannya secara fleksibel. Dalam hal ini guru harus mampu menguasai materi pelajaran, strategi pengajaran, mempunyai keahlian mengelola kelas, keahlian motivasional, keahlian komunikasi dan dapat bekerja secara efektif dengan murid dari latar belakang kultural yang beragam.
Daftar Rujukan
Arikunto, Suharsimi. 1988. Pengelolan Kelas dan Siswa. Jakarta: CV Rajawali.
Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. 1996. Pengelolaan Kelas, Seri Peningkatan Mutu 2. Jakarta: Depdagri dan Depdikbud.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Hornby, A.S. 1986. Oxford Advanced Learner Dictionary. Great Britian: Oxford University Press.
Santrock, John W. 2008. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group.
Akdon, dan Riduwan. 2009. Aplikasi Statistika dan Metode Penelitian untuk Administrasi dan Manajemen. Bandung: Dewa Ruci.
TERIMAKASIH ATAS INFORMASINYA KAK!!!
BalasHapusiya smoga brmnfaat
HapusBaik, sama sama
BalasHapusMaterinya bagus, terimakasih
BalasHapusiya smoga brmnfaat
Hapusmaterinya sangat bagus terimaksih kk
BalasHapusTrimakasih kakaka... Sangat bermanfaat
BalasHapusiya smoga brmnfaat
HapusMaterinya sangat bermanfaat sekali👍
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat, makasih mbk ilmunya
BalasHapusOke sama sama kak
HapusBermanfaat sekali kak..
BalasHapusiya smoga brmnfaat
HapusTrimakasih telah berbagi informasi, materi ini sangat bermanfaat bagi saya
BalasHapusiya smoga brmnfaat
BalasHapus