TUGAS
MANAJEMEN KELAS di SD
tentang
MASALAH DALAM KELAS DAN UPAYA PEMECAHANNYA
![]() |
Oleh:
RENI ASMONU UTAMI
1620176
DOSEN PEMBIMBING
YESSI RIFMASARI,
M. Pd.
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019
MASALAH DALAM KELAS DAN UPAYA PEMECAHANNYA
A. LATAR
BELAKANG MASALAH
Kelas merupakan suatu tempat anak belajar untuk
mendapatkan ilmu, berinteraksi dengan teman serta pembentukan pribadi yang
baik. Kegiatan belajar siswa yang berada di sekolah diharapkan harus intens
untuk berada di kelas. Dalam lingkup kelas terdiri dari siswa yang dapat
ditinjau dari cara belajar mereka, karakter siswa, hubungan sosial,
kedisiplinan, tanggung jawab dalam proses belajar mengajar. Guru sebagai
pengelola kelas, dalam perannya, guru hendaknya mampu mengelola kelas karena
kelas merupakan lingkungan belajar serta merupakan suatu aspek dari lingkungan
sekolah yang perlu di organisasi.
Lingkungan ini diatur dan diawasi agar kegiatan -
kegiatan belajar terarah kepada tujuan-tujuan pendidikan. Salah satu manajemen
kelas yang baik ialah menyediakan kesempatan bagi siswa untuk sedikit demi
sedikit mengurangi ketergantungannya kepada guru sehingga mereka mampu
membimbing kegiatannya sendiri, sebagai manajer, guru hendaknya mampu memimpin
kegiatan belajar yang efektif serta efisien dengan hasil optimal.
Hasil belajar yang baik akan membantu
mengembangkan motivasi belajar. Keadaan motivasi belajar yang baik mendorong
siswa untuk menerima pelajaran dengan baik, selain itu dapat mengembangkan
inisiatif (belajar sendiri). Mengajar merupakan suatu perbuatan yang memerlukan
tanggung jawab moral yang cukup berat. Dalam upaya menciptakan manajemen kelas
yang efektif tidak terlepas dari bagaimana seorang guru mengelola perilaku
siswa dalam proses belajar mengajar, tidak dapat di pungkiri bahwa dalam suatu
kelas terdapat beberapa karakter dan kecerdasan siswa yang berbeda, dengan
terdapatnya perbedaan - perbedaan tersebut maka akan berpengaruh kepada proses
belajar mengajar di dalam kelas.
Lingkungan fisik kelas sangat berpengaruh terhadap
keberhasilan pembelajaran. Lingkungan kelas yang kondusif, nyaman,
menyenangkan, dan bersih berperan penting dalam menunjang keefektifan belajar.
Lingkungan juga akan mempengaruhi mental siswa secara psikologis dalam menerima
informasi dari guru di dalam kelas. Bahkan, dengan menggunakan strategi dan
metode tertentu siswa dapat menerima stimulus dengan memanfaatkan lingkungan
sekitar kelas untuk membantu siswa mengejar prestasinya. Banyak hal yang dapat
dilakukan dalam sebuah kelas untuk memberikan kenyamanan kepada siswa,
penyusunan meja dan kursi yang memungkinkan siswa dapat menerima akses
informasi dengan baik dan merata, memberikan aroma tertentu yang membangkitkan
semangat dan 5 motivasi, menata bunga dan berbagai tumbuhan yang akan
memberikan kesegaran, memilih warna cat dinding yang sesuai dengan kebutuhan
untuk sebuah ruang kelas, memasang poster-poster yang berisikan kalimat-kalimat
afirmasi yang memungkinkan siswa termotivasi untuk menjadi seseorang yang berprestasi
di kelasnya.
B.
KEBIJAKAN
PENANGANAN MASALAH DALAM KELAS
Sekolah
merupakan tempat terbaik anak untuk berinteraksi, disekolah pula anak memasuki
masa peralihan, dalam konteks ini kemampuan siswa untuk memilah pergaulan
antara yang baik dengan yang buruk dipengaruhi oleh keluarganya, dan bagaimana
posisinya juga sifat anggota keluarganya
Belajar adalah salah satu aktifitas
siswa yang terjadi di dalam lingkungan belajar. Belajar di peroleh melalui
lembaga pendidikan formal dan non formal. Salah satu lembaga pendidikan formal
yg umum di indonesia yaitu sekolah dimana di dalamnya terjadi kegiatan belajar
dan mengajar yang melibatkan interaksi antara guru dan siswa. Kegiatan belajar
mengajar tersebut terjadi di dalam kelas. Tujuan belajar siswa sendiri adalah
untuk mencapai atau memperoleh pengetahuan yang tercantum melalui hasil belajar
yang optimal sesuai dengan kecerdasan intelektual.
Kegiatan guru didalam kelas meliputi dua hal pokok, yaitu mengajar dan mengelola kelas. Kegiatan mengajar dimaksudkan secara langsung menggiatkan siswa mencapai tujuan-tujuan seperti menelaah kebutuhan-kebutuhan siswa, menyusun rencana pelajaran, menyajikan bahan pelajaran kepada siswa, mengajukan pertanyaan kepada siswa, menilai kemajuan siswa adalah contoh-contoh kegiatan mengajar. Kegiatan mengelola kelas bermaksud menciptakan dan mempertahankan suasana (kondisi) kelas agar kegiatan mengajar itu dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
Untuk dapat menangani masalah-masalah pengelolaan kelas secara efektif guru harus mampu:
Kegiatan guru didalam kelas meliputi dua hal pokok, yaitu mengajar dan mengelola kelas. Kegiatan mengajar dimaksudkan secara langsung menggiatkan siswa mencapai tujuan-tujuan seperti menelaah kebutuhan-kebutuhan siswa, menyusun rencana pelajaran, menyajikan bahan pelajaran kepada siswa, mengajukan pertanyaan kepada siswa, menilai kemajuan siswa adalah contoh-contoh kegiatan mengajar. Kegiatan mengelola kelas bermaksud menciptakan dan mempertahankan suasana (kondisi) kelas agar kegiatan mengajar itu dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
Untuk dapat menangani masalah-masalah pengelolaan kelas secara efektif guru harus mampu:
1. Mengenali secara tepat
berbagai jenis masalah pengelolaan kelas baik yang bersifat perorangan maupun
kelompok
2. Memahami pendekatan
mana yang cocok dan tidak cocok untuk jenis masalah tertentu
3. Memilih
dan menetapkan pendekatan yang paling tepat untuk memecahkan masalah yang
dimaksud.
C. MACAM-MACAM PERMASALAHAN
DALAMAMANJEMEN KELAS
a. Siswa
yang mengalami keterlambatan akademik, yakni siswa yang diperkirakan memiliki
intelegensi yang cukup tinggi tetapi tidak menggunakan kemampuannya secara
optimal.
b. Siswa
yang kekurangan motivasi dalam belajar, yakni keadaan atau kondisi siswa yang
kurang bersemangat dalam belajar seperti jera dan bermalas-malasan
c. Siswa
yang bersikap dan memiliki kebiasaan buruk dalam belajar, yaitu kondisi siswa
yang kegiatannya atau perbuatan belajarnya sehari-hari antagonistik dengan
seharusnya, seperti suka menunda-nunda tugas, mengulur-ulur waktu, membenci
guru, tidak mau bertanya untuk hal-hal yang tidak diketahui dan sebagainya
1. Kurangnya kesatuan,di
tandai dengan konflik-konflik antara individu dan sub kelompok. Misalnya,
konflik antara jenis kelamin dan atau ras dengan murid dari jenis kelamin atau
ras yang lain. Suasana kelas seperti ini ditandai dengan
konflik,permusuhan,ketegangan. Murid merasa tidak puas dengan kelompok dan
berpendapat kelompok tidak menarik. Akhirnya murid tidak saling mendukung.
a. Mengidentifikasi
Masalah
Mengidentifikasikan masalah ini perlu
dilakukan dengan langkah-langkah :
1) Merasakan adanya
masalah
Merasakan adanya
masalah dengan cara bertanya pada diri sendiri (merefleksi) mengenai kualitas
pembelajaran yang selama ini di capai. Guru mengangap adanya masalah kalau ada
kesenjangan antara yang diharapkan dengan kenyataan yang terjadi.
Contoh pertanyaan adanya masalah:
a) Apakah kopetensi awal
siswa untuk mengikuti pembelajaran cukup memadai?
b) Apakah proses
pembelajaran yang dilakukan cukup efektif?
c) Apakah
sarana/prasarana pembelajaran cukup memadai?
d) Apakah perolehan
pembelajaran cukup tinggi?
e) Apakah hasil pembelajaran
cukup berkualitas?
f) Bagaimana melaksanakan
pembelajaran dengan strategi pembelajaran inovasi tertentu?
2) Megidentifikasi
masalah
a) Masalah-masalah yang
dihadapi tersebut dicari ciri masalahnya untuk dicari masalah mana yang layak
dipecahkan terlebih dahulu.
b) Tahap ini harus
menemukan gagasan awal mengenai permasalahan actual yang terkait dengan
manajemen kelas, iklim belajar, PBM, sumber belajar, dan perkembangan personal.
Cara mingidentifikasi
masalah :
1. Menulis semua halyang
terkait dengan pembelajaran yang dirasakan perlu memperolehperhatian untuk
menghindari dampak yang tidak diharapkan.
2. Memilah dan
mengklasifikasikan masalah sesuai dengan jenisnya dan menggidentifikasi
frekuensi timbulnya masalah.
3. Mengurutkan masalah
sesuai dengan tingkat urgensinya untuk ditindaklanjuti
4. Peneliti memilih
permasalahan yang urgen untuk dipecahkan.
D. SOLUSI DALAM MENGATASI PERMASALAH MANAJEMEN KELAS
Solusi
dalam Mengatasi Permasalahan Manajemen Kelas Dalam menghadapi masalah-masalah
pengelolaan kelas guru dapat menerapkan berbagai pendekatan. Pendekatan pertama
ialah dengan menerapkan sejumlah “larangan dan anjuran” misalnya:
a. Jangan menegur
siswa di hadapan kawan-kawannya.
b. Dalam memberikan
peringatan kepada siswa janganlah mempergunakan nada suara yang tinggi.
c. Bersikaplah tegas
dan adil terhadap semua siswa
d. Jangan pilih
kasih
e. Sebelum
menghukum siswa, buktikanlah terlebih dahulu bahwa siswa itu bersalah
f. Patuhlah pada
aturan-aturan yang sudah anda tetapkan.
Pendekatan “larangan dan anjuran” diatas
tampaknya mudah, namun karena tidak didasarkan pada teori atau prinsip-prinsip
tertentu pada umumnya kurang dapat dilaksanakan secara mantap. Masing-masing
perintah atau larangan itu dapat diterapkan atas dasar generalisasi
masalah-masalah pengelolaan kelas tertentu. Disamping itu, guru yang
melaksanakan perintah dan larangan itu hanya bersikap reaktif terhadap
masalah-masalah pengelolaan kelas yang timbul. Jangkauan tindakan yang reaktif
inipun amat sempit, yaitu hanya terbatas pada masalah-masalah yang muncul
sesewaktu saja. Padahal dari guru diharapkan tindakan-tindakan yang menjangkau
kemungkinan timbulnya masalah-masalah yang dapat muncul di masa depan, sehingga
timbulnya masalah-masalah itu dapat dicegah, atau kalau toh masalah-masalah itu
timbul juga intensitasnya tidak begitu besar dan dapat ditanggulangi secara
tepat.
Pendekatan “perintah dan larangan” itu
bersifat absolut dan tidak membuka peluang bagi diambilnya tindakan-tindakan
yang lebih luwes dan kreatif. Pendekatan “resep” ini hanya mengatakan: “Jika
terjadi masalah itu, lakukanlah itu atau itu atau itu”. Guru-guru yang hanya
mengandalkan penerapan pendekatan seperti itu dianggap kurang memanfaatkan
potensinya sendiri dan kurang mampu menyelenggarakan pengelolaan kelas secara
efektif.
DAFTAR PUSTAKA
Koes, Partowisastro. 1982. Diagnosa
dan Pemecahan Kesulitan Belajar Jilid 2.Erlangga. Jakarta.
Siregar, Eveline. 2007. Teori
Belajar dan Pembelajaran. Universitas Negeri Jakarta. Jakarta.
Zahara, Idris. 1992. Pengantar
Pendidikan 1. Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta.

Materi nya bagus kak
BalasHapusOk, trimksh ya
HapusArtikelnya sangat bermanfaat kak
BalasHapusBaik, trmksh ya
HapusTrimakasih telah berbagi informasi, materi ini sangat bermanfaat bagi saya
BalasHapus