Selasa, 27 Agustus 2019


TUGAS
MANAJEMEN KELAS di SD
tentang
MASALAH DALAM KELAS DAN UPAYA PEMECAHANNYA
 






Oleh:
RENI ASMONU UTAMI
1620176

DOSEN PEMBIMBING
YESSI RIFMASARI, M. Pd.



PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019

MASALAH DALAM KELAS DAN UPAYA PEMECAHANNYA

A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Kelas merupakan suatu tempat anak belajar untuk mendapatkan ilmu, berinteraksi dengan teman serta pembentukan pribadi yang baik. Kegiatan belajar siswa yang berada di sekolah diharapkan harus intens untuk berada di kelas. Dalam lingkup kelas terdiri dari siswa yang dapat ditinjau dari cara belajar mereka, karakter siswa, hubungan sosial, kedisiplinan, tanggung jawab dalam proses belajar mengajar. Guru sebagai pengelola kelas, dalam perannya, guru hendaknya mampu mengelola kelas karena kelas merupakan lingkungan belajar serta merupakan suatu aspek dari lingkungan sekolah yang perlu di organisasi.
Lingkungan ini diatur dan diawasi agar kegiatan - kegiatan belajar terarah kepada tujuan-tujuan pendidikan. Salah satu manajemen kelas yang baik ialah menyediakan kesempatan bagi siswa untuk sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungannya kepada guru sehingga mereka mampu membimbing kegiatannya sendiri, sebagai manajer, guru hendaknya mampu memimpin kegiatan belajar yang efektif serta efisien dengan hasil optimal.
 Hasil belajar yang baik akan membantu mengembangkan motivasi belajar. Keadaan motivasi belajar yang baik mendorong siswa untuk menerima pelajaran dengan baik, selain itu dapat mengembangkan inisiatif (belajar sendiri). Mengajar merupakan suatu perbuatan yang memerlukan tanggung jawab moral yang cukup berat. Dalam upaya menciptakan manajemen kelas yang efektif tidak terlepas dari bagaimana seorang guru mengelola perilaku siswa dalam proses belajar mengajar, tidak dapat di pungkiri bahwa dalam suatu kelas terdapat beberapa karakter dan kecerdasan siswa yang berbeda, dengan terdapatnya perbedaan - perbedaan tersebut maka akan berpengaruh kepada proses belajar mengajar di dalam kelas.
Lingkungan fisik kelas sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran. Lingkungan kelas yang kondusif, nyaman, menyenangkan, dan bersih berperan penting dalam menunjang keefektifan belajar. Lingkungan juga akan mempengaruhi mental siswa secara psikologis dalam menerima informasi dari guru di dalam kelas. Bahkan, dengan menggunakan strategi dan metode tertentu siswa dapat menerima stimulus dengan memanfaatkan lingkungan sekitar kelas untuk membantu siswa mengejar prestasinya. Banyak hal yang dapat dilakukan dalam sebuah kelas untuk memberikan kenyamanan kepada siswa, penyusunan meja dan kursi yang memungkinkan siswa dapat menerima akses informasi dengan baik dan merata, memberikan aroma tertentu yang membangkitkan semangat dan 5 motivasi, menata bunga dan berbagai tumbuhan yang akan memberikan kesegaran, memilih warna cat dinding yang sesuai dengan kebutuhan untuk sebuah ruang kelas, memasang poster-poster yang berisikan kalimat-kalimat afirmasi yang memungkinkan siswa termotivasi untuk menjadi seseorang yang berprestasi di kelasnya.

B.     KEBIJAKAN PENANGANAN MASALAH  DALAM  KELAS
Sekolah merupakan tempat terbaik anak untuk berinteraksi, disekolah pula anak memasuki masa peralihan, dalam konteks ini kemampuan siswa untuk memilah pergaulan antara yang baik dengan yang buruk dipengaruhi oleh keluarganya, dan bagaimana posisinya juga sifat anggota keluarganya
Belajar adalah salah satu aktifitas siswa yang terjadi di dalam lingkungan belajar. Belajar di peroleh melalui lembaga pendidikan formal dan non formal. Salah satu lembaga pendidikan formal yg umum di indonesia yaitu sekolah dimana di dalamnya terjadi kegiatan belajar dan mengajar yang melibatkan interaksi antara guru dan siswa. Kegiatan belajar mengajar tersebut terjadi di dalam kelas. Tujuan belajar siswa sendiri adalah untuk mencapai atau memperoleh pengetahuan yang tercantum melalui hasil belajar yang optimal sesuai dengan kecerdasan intelektual.
           Kegiatan guru didalam kelas meliputi dua hal pokok, yaitu mengajar dan mengelola kelas. Kegiatan mengajar dimaksudkan secara langsung menggiatkan siswa mencapai tujuan-tujuan seperti menelaah kebutuhan-kebutuhan siswa, menyusun rencana pelajaran, menyajikan bahan pelajaran kepada siswa, mengajukan pertanyaan kepada siswa, menilai kemajuan siswa adalah contoh-contoh kegiatan mengajar. Kegiatan mengelola kelas bermaksud menciptakan dan mempertahankan suasana (kondisi) kelas agar kegiatan mengajar itu dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
Untuk dapat menangani masalah-masalah pengelolaan kelas secara efektif guru harus mampu:
1.      Mengenali secara tepat berbagai jenis masalah pengelolaan kelas baik yang bersifat perorangan maupun kelompok
2.      Memahami pendekatan mana yang cocok dan tidak cocok untuk jenis masalah tertentu
3.      Memilih dan menetapkan pendekatan yang paling tepat untuk memecahkan masalah yang dimaksud. 
C. MACAM-MACAM PERMASALAHAN DALAMAMANJEMEN KELAS

a.       Siswa yang mengalami keterlambatan akademik, yakni siswa yang diperkirakan memiliki intelegensi yang cukup tinggi tetapi tidak menggunakan kemampuannya secara optimal.
b.      Siswa yang kekurangan motivasi dalam belajar, yakni keadaan atau kondisi siswa yang kurang bersemangat dalam belajar seperti jera dan bermalas-malasan
c.       Siswa yang bersikap dan memiliki kebiasaan buruk dalam belajar, yaitu kondisi siswa yang kegiatannya atau perbuatan belajarnya sehari-hari antagonistik dengan seharusnya, seperti suka menunda-nunda tugas, mengulur-ulur waktu, membenci guru, tidak mau bertanya untuk hal-hal yang tidak diketahui dan sebagainya
1.      Kurangnya kesatuan,di tandai dengan konflik-konflik antara individu dan sub kelompok. Misalnya, konflik antara jenis kelamin dan atau ras dengan murid dari jenis kelamin atau ras yang lain. Suasana kelas seperti ini ditandai dengan konflik,permusuhan,ketegangan. Murid merasa tidak puas dengan kelompok dan berpendapat kelompok tidak menarik. Akhirnya murid tidak saling mendukung.
a.       Mengidentifikasi Masalah
 Mengidentifikasikan masalah ini perlu dilakukan dengan langkah-langkah :
1)    Merasakan adanya masalah
Merasakan adanya masalah dengan cara bertanya pada diri sendiri (merefleksi) mengenai kualitas pembelajaran yang selama ini di capai. Guru mengangap adanya masalah kalau ada kesenjangan antara yang diharapkan dengan kenyataan yang terjadi.
Contoh pertanyaan adanya masalah:
a)    Apakah kopetensi awal siswa untuk mengikuti pembelajaran cukup memadai?
b)    Apakah proses pembelajaran yang dilakukan cukup efektif?
c)    Apakah sarana/prasarana pembelajaran cukup memadai?
d)    Apakah perolehan pembelajaran cukup tinggi?
e)    Apakah hasil pembelajaran cukup berkualitas?
f)      Bagaimana melaksanakan pembelajaran dengan strategi pembelajaran inovasi tertentu?
2)    Megidentifikasi masalah
a)    Masalah-masalah yang dihadapi tersebut dicari ciri masalahnya untuk dicari masalah mana yang layak dipecahkan terlebih dahulu.
b)    Tahap ini harus menemukan gagasan awal mengenai permasalahan actual yang terkait dengan manajemen kelas, iklim belajar, PBM, sumber belajar, dan perkembangan personal.
Cara mingidentifikasi masalah :
1.    Menulis semua halyang terkait dengan pembelajaran yang dirasakan perlu memperolehperhatian untuk menghindari dampak yang tidak diharapkan.
2.    Memilah dan mengklasifikasikan masalah sesuai dengan jenisnya dan menggidentifikasi frekuensi timbulnya masalah.
3.    Mengurutkan masalah sesuai dengan tingkat urgensinya untuk ditindaklanjuti
4.    Peneliti memilih permasalahan yang urgen untuk dipecahkan.


D.    SOLUSI DALAM MENGATASI PERMASALAH MANAJEMEN KELAS

Solusi dalam Mengatasi Permasalahan Manajemen Kelas Dalam menghadapi masalah-masalah pengelolaan kelas guru dapat menerapkan berbagai pendekatan. Pendekatan pertama ialah dengan menerapkan sejumlah “larangan dan anjuran” misalnya:
a.       Jangan menegur siswa di hadapan kawan-kawannya.
b.      Dalam memberikan peringatan kepada siswa janganlah mempergunakan nada suara yang tinggi.
c.       Bersikaplah tegas dan adil terhadap semua siswa
d.      Jangan pilih kasih
e.       Sebelum menghukum siswa, buktikanlah terlebih dahulu bahwa siswa itu bersalah
f.       Patuhlah pada aturan-aturan yang sudah anda tetapkan.

Pendekatan “larangan dan anjuran” diatas tampaknya mudah, namun karena tidak didasarkan pada teori atau prinsip-prinsip tertentu pada umumnya kurang dapat dilaksanakan secara mantap. Masing-masing perintah atau larangan itu dapat diterapkan atas dasar generalisasi masalah-masalah pengelolaan kelas tertentu. Disamping itu, guru yang melaksanakan perintah dan larangan itu hanya bersikap reaktif terhadap masalah-masalah pengelolaan kelas yang timbul. Jangkauan tindakan yang reaktif inipun amat sempit, yaitu hanya terbatas pada masalah-masalah yang muncul sesewaktu saja. Padahal dari guru diharapkan tindakan-tindakan yang menjangkau kemungkinan timbulnya masalah-masalah yang dapat muncul di masa depan, sehingga timbulnya masalah-masalah itu dapat dicegah, atau kalau toh masalah-masalah itu timbul juga intensitasnya tidak begitu besar dan dapat ditanggulangi secara tepat.
Pendekatan “perintah dan larangan” itu bersifat absolut dan tidak membuka peluang bagi diambilnya tindakan-tindakan yang lebih luwes dan kreatif. Pendekatan “resep” ini hanya mengatakan: “Jika terjadi masalah itu, lakukanlah itu atau itu atau itu”. Guru-guru yang hanya mengandalkan penerapan pendekatan seperti itu dianggap kurang memanfaatkan potensinya sendiri dan kurang mampu menyelenggarakan pengelolaan kelas secara efektif.




















DAFTAR PUSTAKA

Koes, Partowisastro. 1982. Diagnosa dan Pemecahan Kesulitan Belajar Jilid 2.Erlangga. Jakarta.
Siregar, Eveline. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Universitas Negeri Jakarta. Jakarta.
Zahara, Idris. 1992. Pengantar Pendidikan 1. Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta.


5 komentar:

MANAJEMEN KELAS DI SD Disusun Oleh : Reni Asmon Utami (1620176) Prodi : PGSD DOSEN PEMBIMBING : YESSI RIFMASARI, M.P...