TUGAS
MANAJEMEN
KELAS di SD
tentang
PENDEKATAN DALAM MANAJEMEN KELAS
![]() |
Oleh:
RENI
ASMONU UTAMI
1620176
DOSEN
PEMBIMBING
YESSI
RIFMASARI, M. Pd.
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA
PADANG
2019
PENDEKATAN DALAM MANAJEMEN KELAS
A. PENGERTIAN PENDEKATAN DALAM MANAJEMEN
KELAS
Pendekatan pembelajaran diartikan
sebagai titik tolak atau sudut pandang dalam dalam proses pembelajaran yang
merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang bersifat umum.
Adapun pendekatan merupakan unsur penting yang harus dikuasai pengajar sebelum
mempersiapkan perencanaan .
Sebagai pekerja profesional, seorang
guru harus mendalami kerangka acuan pendekatan-pendekatan kelas, sebab didalam
penggunaannya ia harus terlebih dahulu meyakinkan bahwa pendekatan yang
dipilihnya untuk menangani sesuatu kasus pengelolan kelas merupakan alternatif
yang terbaik sesuai dengan hakikat masalahnya. Artinya seorang guru terlebih
dahulu harus menetapkan bahwa penggunaan sesuatu Artinya seorang guru terlebih dahulu harus menetapkan bahwa
penggunaan sesuatu pendekatan memang cocok dengan hakikat masalah yang ingin
ditanggulangi. Ini tentu tidak dimaksudkan mengatakan bahwa seorang guru akan
berhasil baik setiap kali menangani kasus pengelolaan kelas. Sebaliknnya,
keprofesionalan cara kerja seorang guru adalah demikian sehingga apabila
alternatif tindakannya yang pertama tidak memberikan hasil sebagaimana yang
diharapkan, maka ia masih mampu melakukan analisis ulang
terhadap situasi untuk kemudian tiba pada alternatif pendekat yang kedua dan
seterusnya.
B.
SIKAP
GURU DALAM MANAJEMEN KELAS
Untuk memperkecil masalah gangguan dalam
pengelolaan kelas hendaknya guru bersikap seperti yang dikemukakan oleh
Djamarah (2006 : 185) yaitu sebagai berikut :
1.
Hangat dan antusias, guru yang hangat
dan akrab pada siswa akan menunjukkan antusias pada tugasnya.
2.
Menggunakan kata – kata, tindakan, cara
kerja dan bahan – bahan yang menantang akan meningkatkan kegairahan siswa untuk
belajar.
3.
Bervariasi dalam penggunaan alat atau
media pola interaksi antara guru dan siswa.
4.
Guru luwes untuk mengubah strategi
mengajarnya.
5.
Guru harus menekankan pada hal – hal
yang positif dan menghindari pemusatan perhatian pada hal – hal yang negative.
6.
Guru harus disiplin dalam segala hal.
C.
PERAN
GURU DALAM MANAJEMEN KELAS
Beberapa peran guru menurut Sanjaya (2006: 21-33),
menyatakan ada tujuh peran guru yang dapat diterapkan di dalam kelas, yaitu
sebagai berikut :
1. Guru
sebagai sumber informasi.
Sebagai sumber
informasi, guru harus memahami dan menguasai materi pembelajaran.
2. Guru
sebagai fasilitator.
Sebagai fasilitator,
guru memfasilitasi dan membantu siswa dalam proses belajar mereka
3. Guru
sebagai manajer.
Sebagai manajer, guru
membuat rencana, mengatur, dan mengawasi proses kegiatan belajar mengajar.
4. Guru
sebagai demonstrator.
Sebagai demonstrator, guru menjadi teladan dan
inspirasi bagi siswa.
5. Guru
sebagai pembimbing
Sebagai pembina, guru pemandu dan siswa memimpin.
6. Guru
sebagai motivator.
Sebagai motivator, guru
memotivasi dan mendorong siswa untuk belajar.
7. Guru
sebagai evaluator.
Sebagai evaluator, guru
mengevaluasi semua kegiatan dalam mengajar dan proses belajar.
D.
MACAM-MACAM
PENDEKATAN DALAM MANAJEMEN KELAS
Pendekatan yang dilakukan oleh seorang guru dalam
managemen kelas akan sangat dipengaruhi oleh pandangan guru tersebut
terhadap tingkah laku siswa, dan situasi kelas pada waktu seorang siswa
melakukan penyimpangan.
Menurut (Djamarah 2006:179) Pendekatan yang dipilih
guru senantiasa diselaraskan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa yaitu
sebagai berikut :
1. Pendekatan
Otoriter
Pendekatan
otoriter memandang bahwa manajerial kelas sebagai suatu pendekatan pengendalian
perilaku peserta didik oleh guru. Pendekatan ini menempatkan guru dalam peranan
menciptakan dan memelihara ketertiban di kelas dengan menggunakan strategi
pengendalian. Tujuan guru yang utama ialah mengendalikan perilaku peserta
didik. Guru bertanggung jawab mengendalikan perilaku peserta didik karena
gurulah yang paling mengetahui dan berurusan dengan peserta didik.
2. Pendekatan
Intimidasi / Ancaman
Pendekatan
intimidasi adalah pendekatan yang memandang manajemen kelas sebagai proses
pengendalian perilaku peserta didik. Berbeda dengan pendekatan otoriter yang
menekankan perilaku guru yang manusiawi, pendekatan intimidasi menekankan pada
perilaku guru yang mengintimidasi. Bentuk-bentuk intimidasi itu seperti hukuman
yang kasar, ejekan, hinaan, paksaan, ancaman, menyalahkan. Peranan guru
adalah memaksa peserta didik berperilaku sesuai dengan perintah guru.
3. Pendekatan
Permisif
Pendekatan
permisif adalah pendekatan yang menekankan perlunya memaksimalkan kebebasan
siswa. Peranan guru adalah meningkatkan kebebasan peserta didik, sebab dengan
itu akan membantu pertumbuhannya secara wajar. Campur tangan guru hendaknya
seminimal mungkin, dan berperan sebagai pendorong mengembangkan potensi peserta
didik secara penuh.
4. Pendekatan
Buku Masak
Pendekatan
buku masak adalah pendekatan yang berbentuk rekomendasi berisi daftar hal-hal
yang harus dilakukan atau yang tidak harus dilakukan oleh seorang guru apabila
menghadapi berbagai tipe masalah manajemen kelas. Daftar tentang apa yang harus
dilakukan dan apa yang tidak harus dilakukan ini biasanya dapat ditemukan dalam
artikel.
5. Pendekatan
Instruksional
Pendekatan
instruksional adalah pendekatan yang mendasarkan kepada pendirian bahwa
pengajaran yang dirancang dan dilaksanakan dengan cermat akan mencegah
timbulnya sebagian besar masalah manajerial kelas. Pendekatan ini berpendapat
bahwa manajerial yang efektif adalah hasil perencanaan pengajaran yang bermutu.
Dengan demikian peranan guru adalah merencanakan dengan kebutuhan dan kemampuan
setiap peserta didik.
Para
penganjur pendekatan instruksional dalam manajemen kelas cenderung memandang
perilaku instruksional guru mempunyai potensi mencapai dua tujuan utama manajemen
kelas. Tujuannya yaitu sebagai berikut :
a. Mencegah
timbulnya masalah manajerial.
b. Memecahkan
masalah manajerial kelas.
DAFTAR RUJUKAN
Djamarah,
Syaiful Bahri.2006.Strategi Belajar Mengajar.Jakarta:Rineka Cipta
Wiyani,
Novan Ardy.2013.Manajemen Kelas.Jogjakarta:Ar-Ruzz Media

Materinya lengkap kak
BalasHapusBaik, trmksh ya
HapusApakah pendekatan intimidasi dapat mempengaruhi mental siswa?
BalasHapusTrimakasih telah berbagi informasi, materi ini sangat bermanfaat bagi saya
BalasHapus